Jumat, 16 November 2012

MENGENAL PENYAKIT PROGERIA


MENGENAL PENYAKIT PROGERIA
 
Menurut seorang dokter ahli : dr.Eriyati Indrasanto, SpA, "Progeria atau penyakit penuaan dini adalah merupakan suatu penyakit genetik yang disebabkan oleh mutasi (perubahan) gen. Progeria bukan penyakit turunan dan tidak menular.

Selanjutnya dr. Eriyati Dr. Eriyati Indrasanto, Sp.A, menjelaskan bahwa progeria adalah kelainan genetik yang memang sangat jarang terjadi. Progeria berasal dari bahasa Yunani yaitu geras yang berarti usia tua. Jadi si penderita mengalami penuaan dini dengan kecepatan yang berkisar 4-7 kali lipat dari proses penuaan normal. Contoh konkretnya, bila si anak yang mengalami progeria berumur 10 tahun, maka penampilannya akan tampak seperti orang berusia 40-70 tahun! Artinya, semua organ tubuh si bocah, termasuk organ pernapasan, jantung, maupun sendi-sendinya sudah mengalami kerentaan.

Penderita progeria memang lahir normal. Namun, di usia 6 bulan sampai 1 tahun, mulai terlihat tanda-tandanya. Antara lain :

  • rambut rontok yang tidak tumbuh lagi,
  • kulit dan jaringan kulit menipis,
  • kuku dan gigi tumbuh tidak baik.
Namun, secara mental, justru tidak tua, termasuk mata. Intelegensi pun normal." Lebih lanjut Eri mengatakan, berdasarkan buku-buku kepustakaan, secara statistik, umur rata-rata penderita progeria adalah 14 tahun
Tentang pengobatan, Eri berkata, belum ada obat untuk progeria. Pengobatan hanya simtomatik, yaitu berdasar gejala yang timbul. "Misalnya sakit sendi, dikasih obat sakit sendi. Kalau sakit panas, dikasih obat panas" katanya.
Menurut penjelasan ilmiahnya, lanjut Eriyati, telah terjadi mutasi gen tunggal yaitu pada gen LMNA yang bertanggung jawab terhadap pembentukan protein lamin A dan lamin C. Protein ini bertugas menstabilitasi selaput dalam dari inti sel (inner membrane). Diduga ketidakstabilan karena mutasi itulah yang menyebabkan terjadinya penuaan dini pada anak-anak penderita progeria. "Sayangnya, sampai sejauh ini hasil penelitiannya masih sebatas itu." 
 
Yang pasti, kata dokter spesialis anak yang mendalami bidang genetika klinik ini, mutasi gen bisa terjadi pada siapa saja. Prosesnya berlangsung secara sporadik atau bisa tiba-tiba muncul dan dapat dialami siapa pun. "Tadinya ada yang menduga, penyakit ini bersifat resesif. Artinya, didapat dari ayah-ibu yang mengandung gen yang mengalami mutasi tadi. Toh, nyatanya pada mereka progeria tak muncul. Jadi, apa penyebab pastinya masih diteliti," papar dokter dari RSAB Harapan Kita, Jakarta ini.
Kasus progeria pertama kali dikemukakan oleh Dr. Jonathan Hutchinson pada tahun 1886 dan oleh Dr. Hastings Gilford sebelas tahun kemudian. Makanya penyakit ini sering disebut sebagai Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGPS).
Progeria berbeda dengan penyakit-penyakit lain yang biasanya sudah bisa terdeteksi saat masih bayi, bahkan selagi masih dalam kandungan. Penyakit ini justru muncul setelah anak berusia satu tahun. Tak heran kalau di rentang usia 0-1 tahun ia kelihatannya normal-normal saja, baru selewat usia itu akan terlihat jelas proses penuaannya. Eriyati sendiri tak mengetahui secara pasti kenapa penuaan tersebut mulai terjadi di usia satu tahun dan bukannya kurang atau lebih dari angka tersebut.
Ahli neonatologi ini kemudian menyebut beberapa gejala klinis progeria yang cukup membuat bulu kuduk bergidik. Umpamanya, rambut yang semula lebat kemudian rontok dan tak tumbuh lagi, pembuluh darah di bagian kepala tampak jelas, jaringan lemak di bagian bawah kulit berkurang bahkan menghilang sehingga kulit menjadi keriput, dan kuku tak tumbuh sempurna tapi tumbuh melengkung serta rapuh. Selain itu, ada pengerasan di persendian, tulang patah atau retak yang tak kunjung sembuh maupun pengeroposan tulang. Gigi geliginya terlambat tumbuh, bahkan ada juga yang tak tumbuh sama sekali selain tak teratur susunannya.
Gejala yang bisa berakibat fatal adalah jika mengalami kekakuan pembuluh darah. Terlebih bila kekakuannya terjadi di pembuluh darah jantung, maka kemungkinan besar si penderita akan mendapat serangan jantung atau stroke. "Pembuluh darah jantung mesti diperhatikan karena menjadi penyebab utama kematian di kalangan penderita progeria. Salah satu jalan keluarnya adalah operasi by pass."
Akibat adanya mutasi gen itu pula, perkembangan tulang penderita progeria akan terganggu dan mengalami degenerasi tulang. Dengan begitu, kalau dihitung-hitung pertumbuhan tulangnya cuma setengah atau bahkan sepertiga dari pertumbuhan tulang anak normal seusianya. Makanya kalau diperhatikan dengan saksama, yang bersangkutan akan terlihat seperti orang yang sudah tua. Meski begitu, mata seorang penderita progreria tidak pernah mengalami katarak layaknya kaum lanjut usia. "Kenapa bisa demikian? Itu juga masih belum diketahui," tandas Eriyati.
Untungnya, faktor intelegensi atau perkembangan kemampuan berpikir anak penderita progreria tidak terganggu. Hanya saja secara psikologis, mungkin ia relatif sensitif karena merasa dirinya berbeda dari teman-temannya atau tak bisa selincah anak seusianya. "Dia hanya bisa melakukan permainan-permainan yang tak membutuhkan banyak tenaga karena mudah capek."
Yang membuat hati miris, rata-rata penderita progeria hanya bisa bertahan hidup hingga umur 14 tahun. Dapat dihitung dengan jari penderita progeria yang bisa mencapai usia 20 tahunan. "Mungkin hanya satu atau dua orang saja, karena organ tubuhnya seperti orang tua. Coba 14 dikalikan tujuh, di usia itu kondisi tubuhnya sudah seperti orang yang berusia 98 tahun."
Ciri lainnya adalah kuku melengkung serta rapuh, pengerasan di persendian, pengeroposan tulang yang menyebabkan tulang mudah retak atau patah, gigi terlambat tumbuh, merupakan tanda-tanda penderita progeria. Padahal itu adalah gejala pada orang yang memasuki usia lanjut.Gejala klinis yang terjadi pada penderita progeria di atas benar-benar memilukan. Bagaimana tidak, semua gejala menyedihkan tersebut harus dialami oleh bocah yang seharusnya dapat tumbuh dan bermain secara normal

Rabu, 14 November 2012

SISTEM PERIODIK UNSUR (SPU)

berbagi penglaman: SISTEM PERIODIK UNSUR (SPU): Ternyata sejak zaman dahulu kala manusia sudah penasaran dengan yang namanya 'materi' dan telah lama manusia mencoba untuk menggolongkannya...

toksoplasmosist

berbagi penglaman:
TOKSOPLASMOSIS
Toksoplasmosis adalah infeksi yang...
: TOKSOPLASMOSIS Toksoplasmosis adalah infeksi yang diakibatkan oleh sejenis parasit toksoplasmogondii yang biasa terdapat pada bulu kuci...

berbagi penglaman: VIRUS DIFTERIKamis, 15 November 2012VIRUS DIFTE...

berbagi penglaman: VIRUS DIFTERI

Kamis, 15 November 2012
VIRUS DIFTE...
: VIRUS DIFTERI Kamis, 15 November 2012 VIRUS DIFTERI DI DUSUN TAKONG  PENDAHULUAN Difteri adalah penyakit infeksi akut pada saluran pe...

TOKSOPLASMOSIS

Toksoplasmosis adalah infeksi yang diakibatkan oleh sejenis parasit toksoplasmogondii yang biasa terdapat pada bulu kucing dan hewan peliha 
raan rumah lainnya.
Parasit ini dapat menginfeksi kandungan, jika Ibu hamil mengkonsumsi daging setengah matang, buah-buahan atau sayuran yang tercemar tinja
hewan peliharaan misalnya kucing yang mengandung oosit. Selain melalu
kandungan, virus ini dapat menular lewat transfusi darah dan transplantasi organ.
 Karena itu, begitu Anda positif hamil sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, apakah tubuh Anda telah memiliki kekebalan terhadap toksoplasmosis.  
 
Semakin awal toksoplasmosis menyerang kehamilan Anda,
semakin besar dampak yang ditimbulkan pada janin Anda.
jadi ada baiknya sebelum anda merencanakan kehamilan periksalah ke labo
ratorium apakah anda ada mengidap toksoplasmosis.



Langkah Pencegahan

Agar ibu hamil terhindar dari infeksi toksoplasmosis, ikuti langkah-langkah pencegahan infeksi sedini mungkin:

·
kucing atau binatang piaraan yang ada di rumah segera bawa ke dokter hewan, untuk mengetahui apakah binatang peliharaan terinfeksi parasit toksoplasma secara aktif atau tidak
 
Apabila kucing atau binatang piaraan tersebut terlihat sakit mungkin masih dalam masa penularan selama kurun 6 minggu sebaiknya dititipkan ketempat penitipan bintang.
·
Jangan biarkan bintatang peliharaan anda memburu mangsanya sendiri diluar rumah ,dan jangan berikan makanan daging mentah.
·
Jangan mengadakan kontak langsung, baik dengan kandang maupun kotoran hewan piaraan. Mintalah orang lain untuk membersihkannya. Jika terpaksa harus membersihkan sendiri, pakailah sarung tangan, dan cucilah tangan Anda sampai bersih. Karena virus tersebut sangat aktif, jangan lupa untuk member-sihkan kandang setiap hari.

·
Hindari mengkonsumsi daging mentah atau minum susu yang belum disterilkan.

·
Cuci sampai bersih sayuran dan buah-buahan sebelum Anda konsumsi.

·
Segeralah berobat ke dokter bila Anda kemungkinan terinfeksi parasit toksoplasma akibat binatang peliharaan dirumah.
VIRUS DIFTERI

Kamis, 15 November 2012
VIRUS DIFTERI DI DUSUN TAKONG 

PENDAHULUAN

Difteri adalah penyakit infeksi akut pada saluran pernafasan bagian atas. Penyakit ini dominan menyerang anak anak, biasanya bagian tubuh yang diserang adalah tonsil, faring hingga laring yang merupakan saluran pernafasan bagian atas.

Ciri yang khusus pada difteri ialah terbentuknya lapisan yang khas selaput lendir pada saluran nafas, serta adanya kerusakan otot jantung dan saraf.

Penyebab :
Penyebab penyakit difteri adalah jenis bacteri yang diberi nama Cornyebacterium diphteriae.

Cara Penularan :
Difteri bisa menular dengan cara kontak langsung maupun tidak langsung. Air ludah yang berterbangan saat penderita berbicara, batuk atau bersin membawa serta kuman kuman difteri. Melalui pernafasan kuman masuk ke dalam tubuh orang disekitarnya, maka terjadilah penularan penyakit difteri dari seorang penderita kepada orang orang disekitarnya.

Gejala :
• Demam, suhu tubuh meningkat sampai 38,9 derjat Celcius,
• Batuk dan pilek yang ringan.
• Sakit dan pembengkakan pada tenggorokan
• Mual, muntah , sakit kepala.
• Adanya pembentukan selaput di tenggorokan berwarna putih ke abu abuan kotor.
• Kaku leher

Akibat Difteri :
Setelah melalui masa inkubasi selama 2-4 hari kuman difteri membentuk racun atau toksin yang mengakibatkan timbulnya panas dan sakit tenggorokan. Kemudian berlanjut dengan terbentuknya selaput putih di tenggorokan akan menimbulkan gagal nafas, kerusakan jantung dan saraf.
Difteri ini akan berlanjut pada kerusakan kelenjar limfe, selaput putih mata, vagina. Komplikasi lain adalah kerusakan otot jantung dan ginjal.

Pengobatan :
Pengobatan difteri tidak bisa dilaksanakan sendiri dirumah , segeralah di rawat dirumah sakit jangan sampai terlambat. Karena difteri sangat menular penderita perlu diisolasi. Istirahat total di tempat tidur mutlak diperlukan untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih parah. Fisioterapi sangat diperlukan untuk penderita yang sarafnya mengalami gangguan sehingga mengakibatkan kelumpuhan. Tindakan trakeotomi diperlukan bagi penderita yang tersumbat jalan nafasnya, dengan membuat lubang pada batang tenggorokan.

Pencegahan :
Difteri jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Berikanlah imunisasi pada bayi umur dua bulan sebanyak tiga kali dengan selang satu bulan. Jenis imunisasi ini termasuk dalam Lima Imunisasi Dasar Lengkap. Biasanya imunisasi ini berbarengan dengan imunisasi polio, hepatitis B. Sedangkan imunisasi Difteri tergabung dalam Imunisasi D P T atau Difteri, Pertusis dan Tetanus. Untuk bayi umur sembilan bulan dilengkapi dengan imunisasi Campak (Morbili) . Segeralah imunisasi anak anda di Posyandu, Puksemas atau pelayanan kesehatan lainnya.

Suspect Difteri Di Dusun Takong

VIRUS difteri yang tergolong langka, mulai diwaspadai menyusul dirawatnya (23/7) seorang balita di RS Soedarso Pontianak karena diduga terjangkit virus mematikan yang konon lebih ganas dari avian influenza (AI) atau flu burung. Untuk memastikan, pihak Rumah Sakit telah melakukan uji laboratorium dan pasien yang kini berstatus ‘suspect difteri’ dirawat khusus di ruang isolasi.Hasil diagnosis dokter, pasien yang masih balita itu ‘suspect difteri’. Hal ini tampak selain gejala yang ditimbulkan panas tinggi, di bagian rongga mulut ditemukan bercak putih dan tenggorokan terasa sakit jika menelan makanan.

”Secara klinis, kami menduga pasien ini kena virus difteri,” kataDokter.Penyakit difteri ini termasuk virus menular. Tidak hanya anak-anak yang terjangkit virus ini, namun kalangan orang dewasa pun juga bisa terjangkit virus yang termasuk langka di dusun Takong.warga sendiri juga heran lantaran virus yang setara dengan avian influenza (AI) ini bisa muncul. Padahal virus difteri bisa muncul dari anak yang tidak diimunisasi sejak kecil. Sehingga bisa menularkan virus ini ke orang lain lewat pernapasan. Pada tanggal 25 juli kemarin balita tersebuttidak tertolong lagi, virus tersebut menjalar ke jantung si pasien.

Sebelumnya, Wingki telah dirawat di Puskesmas Takong. Kabupaten Pontianak pada Jumat (23/7). Oleh petugas medis setempat, Wingki dirujuk ke RSUD Rubini Mempawah pada hari yang sama.

Wingki dirujuk kembali ke RS Santo Antonius. Sehari mendapatkan perawatan di RS Santo Antonius, Sabtu (24/7) Wingki kembali dirujuk ke RSUD Soedarso dan dirawat di ruang isolasi.

Dalam surat rujukan dari Puskesmas Takong yang ditunjukkan orangtuanya, Wingki tercatat menderita demam, batuk, sesak dan pesedou membra (+). Ratna menyatakan putrinya mengeluh sakit pada tenggorokan, batuk-batuk disertai demam selama sepekan terakhir.

Sabtu, 06 Oktober 2012

SISTEM PERIODIK UNSUR (SPU)

Ternyata sejak zaman dahulu kala manusia sudah penasaran dengan yang namanya 'materi' dan telah lama manusia mencoba untuk menggolongkannya menjadi unsur-unsur.

Jika kita pernah melihat kartun Avatar maka kita akan mengenal unsur-unsur menjadi empat golongan yaitu:

1. Udara
2. Air
3. Tanah
4. Api
Jika dalam cerita Avatar dikenalkan bahwa tiap-tiap unsur memiliki karakter masing-masing begitu pula dengan penggolongan unsur dalam kimia modern. Dan ternyata penggolongannya begitu beraturan yang digambarkan dalam Sistem Periodik Unsur (SPU).